
Belajar itu sebenarnya nggak seseram yang sering kita bayangkan. Masalahnya, banyak dari kita keburu trauma duluan karena metode belajar yang kaku, target yang nggak jelas, dan tekanan yang datang dari mana-mana.
Akhirnya, baru buka buku lima menit, otak sudah minta libur panjang. Nah, kalau ngomongin soal belajar yang efektif tapi tetap santai, nama Jerome Polin hampir selalu ikut disebut.
Sosok content creator sekaligus edukator ini dikenal dengan gaya belajarnya yang terstruktur, tapi tetap fleksibel dan manusiawi. Bukan tipe belajar yang maksa sampai lupa istirahat, tapi juga bukan yang santai kebablasan.
Dari berbagai cerita dan kebiasaan belajarnya, ada beberapa prinsip yang bisa kita tiru dan terapkan di kehidupan sehari-hari.
Menariknya, tips-tips ini relevan buat siapa saja, baik pelajar sekolah, mahasiswa, sampai kamu yang lagi siap-siap ujian penting atau kejar target akademik tertentu.
Berikut ini 7 tips belajar ala Jerome Polin yang bisa bikin proses belajar terasa lebih ringan, fokus, dan hasilnya benar-benar kerasa.
Baca juga: Gak Semua Bisa! Ini 5 Kampus Paling Sulit Ditembus di Indonesia
1. Terapkan Metode 50:10 Biar Fokus Tetap Terjaga
Salah satu kesalahan paling umum saat belajar adalah duduk terlalu lama tanpa jeda. Niatnya mau produktif, tapi yang ada malah bengong, capek, dan ujung-ujungnya buka HP tanpa sadar. Metode 50:10 jadi solusi sederhana tapi efektif. Konsepnya mudah.
Kamu belajar fokus selama 50 menit, lalu istirahat 10 menit. Di waktu belajar, usahakan benar-benar fokus tanpa distraksi. Matikan notifikasi, jauhi media sosial, dan beri otak ruang untuk bekerja maksimal.
Sementara di 10 menit istirahat, kamu bebas melakukan hal ringan. Bisa minum, stretching, jalan sebentar, atau sekadar tarik napas. Tapi ingat, istirahat ini bukan buat scroll tanpa batas. Tujuannya supaya otak segar lagi saat masuk sesi berikutnya.
Metode ini membantu menjaga konsentrasi tetap stabil dan mencegah kelelahan mental. Belajar jadi terasa lebih manusiawi dan nggak bikin stres berlebihan.
2. Buat Target Belajar yang Jelas dan Realistis
Belajar tanpa target itu ibarat jalan tanpa tujuan. Capek, tapi nggak tahu sudah sejauh apa melangkah. Jerome sering menekankan pentingnya target yang jelas sebelum mulai belajar.
Target ini nggak harus muluk-muluk. Justru semakin spesifik dan realistis, semakin mudah dicapai. Misalnya, daripada bilang “hari ini mau belajar matematika”, lebih baik ubah jadi “hari ini menyelesaikan 10 soal limit fungsi”.
Dengan target yang jelas, kamu punya arah dan tolok ukur. Saat target tercapai, ada rasa puas yang bikin semangat naik. Sebaliknya, kalau belum tercapai, kamu bisa evaluasi tanpa merasa gagal total.
Target yang baik juga membantu mengatur waktu. Kamu jadi tahu kapan harus serius dan kapan bisa santai tanpa rasa bersalah.
3. Terapkan Reward dan Punishment Secara Seimbang
Belajar bukan cuma soal disiplin, tapi juga soal apresiasi ke diri sendiri. Jerome dikenal menerapkan sistem reward dan punishment sebagai bentuk manajemen diri.
Reward bisa berupa hal sederhana. Misalnya nonton satu episode series favorit, jajan minuman kesukaan, atau main game sebentar setelah target belajar tercapai. Reward ini berfungsi sebagai pemicu motivasi agar belajar terasa lebih menyenangkan.
Sementara punishment bukan untuk menyiksa diri, tapi sebagai pengingat tanggung jawab. Contohnya, kalau target hari ini nggak tercapai, kamu mengurangi waktu main besok atau menambah durasi belajar.
Kuncinya ada di keseimbangan. Jangan terlalu keras sampai bikin stres, tapi juga jangan terlalu longgar sampai jadi kebiasaan menunda.
Baca juga: Tips Belajar yang Aneh Tapi Ampuh Bikin Otak Makin Ngeh
4. Belajar dari Beragam Sumber Supaya Nggak Bosen
Kalau selama ini kamu cuma mengandalkan satu buku atau satu sumber, wajar kalau cepat jenuh. Jerome justru menyarankan belajar dari berbagai sumber agar pemahaman lebih luas dan sudut pandang bertambah.
Kamu bisa kombinasikan buku, video pembelajaran, podcast, artikel online, atau diskusi dengan teman. Setiap sumber punya cara penyampaian yang berbeda. Ada yang lebih visual, ada yang lebih naratif.
Dengan variasi ini, otak jadi lebih aktif karena menerima informasi dengan cara yang beragam. Materi yang awalnya terasa sulit pun bisa jadi lebih mudah dipahami saat dijelaskan dari sudut pandang berbeda.
Selain itu, belajar dari banyak sumber juga membantu menghindari pemahaman yang sempit atau setengah-setengah.
5. Cari Suasana Belajar Baru Biar Nggak Jenuh
Tempat belajar ternyata punya pengaruh besar ke mood dan fokus. Duduk di tempat yang sama setiap hari bisa bikin bosan tanpa disadari. Jerome sering menyarankan untuk sesekali mengganti suasana belajar.
Kamu bisa pindah dari kamar ke ruang tamu, ke perpustakaan, atau ke kafe yang tenang. Suasana baru memberi stimulus segar ke otak dan membantu meningkatkan konsentrasi.
Tapi ingat, suasana baru bukan berarti ramai dan penuh distraksi. Pilih tempat yang tetap mendukung fokus dan kenyamanan. Dengan suasana yang tepat, belajar bisa terasa lebih ringan dan nggak monoton.
6. Ikut Komunitas Belajar Supaya Nggak Merasa Sendirian
Belajar sendirian itu sah-sah saja, tapi belajar bareng komunitas punya nilai tambah tersendiri. Jerome percaya bahwa lingkungan yang positif bisa mendorong perkembangan akademik secara signifikan.
Komunitas belajar memungkinkan kamu bertukar pikiran, saling bertanya, dan berbagi motivasi. Saat kamu stuck di satu materi, ada orang lain yang siap membantu.
Sebaliknya, saat kamu paham, kamu bisa membantu yang lain, dan itu justru memperkuat pemahamanmu sendiri.
Selain itu, komunitas juga membantu menjaga konsistensi. Ada rasa tanggung jawab untuk tetap belajar karena kamu nggak sendirian dalam prosesnya.
Baca juga: Ingin Kuliah Gratis? Ini Tips Berburu Beasiswa untuk Para MABA!
7. Berdoa Sebelum Belajar sebagai Bentuk Ketenangan Batin
Di tengah semua strategi teknis, Jerome nggak melupakan aspek spiritual. Berdoa sebelum belajar bukan cuma soal religiusitas, tapi juga soal ketenangan batin.
Dengan berdoa, kamu menyiapkan mental dan hati sebelum menerima ilmu. Pikiran jadi lebih tenang, fokus lebih terarah, dan belajar terasa lebih bermakna.
Doa juga jadi pengingat bahwa usaha dan hasil sama-sama penting. Kita berusaha semaksimal mungkin, lalu menyerahkan hasilnya dengan penuh keikhlasan.
Belajar Efektif Itu Soal Strategi, Bukan Sekadar Lama Waktu
Belajar ala Jerome Polin mengajarkan satu hal penting. Pintar itu bukan soal belajar paling lama, tapi soal belajar dengan cara yang tepat.
Dengan manajemen waktu yang baik, target yang jelas, lingkungan yang mendukung, dan mental yang seimbang, proses belajar bisa jadi jauh lebih menyenangkan.
Kalau kamu merasa sudah mencoba berbagai cara tapi masih kesulitan fokus, memahami materi, atau menjaga konsistensi belajar, mungkin kamu butuh pendamping yang tepat.
Ultimate Privat hadir sebagai rekomendasi tempat les privat terbaik yang siap membantu kamu belajar lebih terarah, personal, dan sesuai kebutuhan. Dengan pengajar berpengalaman dan metode yang fleksibel, belajar jadi nggak lagi terasa berat.
Kalau kamu tertarik mendaftar atau ingin bertanya lebih lanjut, kamu bisa langsung menghubungi 0899-8702-889 (klik disini) dan mulai perjalanan belajarmu dengan lebih percaya diri.