7 Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Bikin Mahasiswa Boncos

kebiasaan yang bikin boncos

Kalau ngomongin dunia perkuliahan, yang kebayang biasanya tugas, skripsi, dosen killer, sama jadwal yang random banget. Tapi ada satu hal lain yang nggak kalah bikin panik, yaitu dompet yang makin tipis dari hari ke hari.

Kadang gaji bulanan orang tua baru ditransfer, eh baru seminggu udah tinggal receh. Uang beasiswa baru cair, tapi nggak lama langsung raib tanpa sisa. Siapa yang relate?

Masalahnya, kebanyakan mahasiswa suka merasa kalau penyebabnya itu “hidup mahal”, “harga kebutuhan naik”, atau “karena tuntutan pergaulan”.

Padahal, tanpa sadar, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang kelihatannya normal tapi efeknya signifikan banget ke keuangan.

Bahkan lucunya, banyak yang tahu kebiasaan itu bikin boros, tapi tetap dilakuin karena merasa, “Ah cuma sekali kok”, yang akhirnya malah jadi sering dan jadi gaya hidup.

Nah, biar sama-sama sadar dan bisa belajar pelan-pelan buat lebih bijak ngatur uang, yuk bahas satu-satu kebiasaan yang diam-diam bikin mahasiswa jadi boncos parah.

Baca juga: Tips Disiplin Belajar UTBK 2026 Biar Konsisten Sampai Lolos

1. Ngafe Tiap Nugas, Padahal Bisa Dikerjain di Rumah atau Perpustakaan

Siapa yang nugas harus di coffee shop dulu baru merasa mood jalan? Lampu remang, musik akustik, aroma kopi, vibes estetik, rasanya bikin produktif banget. Tapi, coba hitung pengeluaran realnya.

Sekali duduk minimal beli minum dua puluh ribu sampai lima puluh ribu. Kadang pesen makanan juga, belum lagi biaya transport kalau tempatnya jauh. Masalahnya bukan sekali dua kali, tapi jadi kebiasaan tiap ada tugas.

Kalau seminggu bisa tiga kali nongkrong, sebulan udah berapa? Padahal kalau dipikir-pikir, nugas di perpustakaan kampus bisa gratis, wifi ada, tempat nyaman, dan nggak perlu pesen apa-apa. Bahkan di rumah pun bisa kalau mau disiplin sedikit.

Bukan berarti nggak boleh ngafe sama sekali ya, tetap boleh kok buat reward diri atau sekadar refresh pikiran. Tapi jangan sampai setiap tugas harus diselesaikan di kafe. Pilih momen yang benar-benar perlu aja, biar dompet nggak ikut stres.

2. Beli Gadget Baru Padahal yang Lama Masih Sangat Bisa Dipakai

Trend teknologi itu cepat banget, tiap tahun selalu ada model baru dengan fitur yang keliatannya keren. Kamera lebih jernih, chipset lebih ngebut, desain lebih fresh, dan iklannya selalu berhasil bikin kita merasa “yang sekarang udah ketinggalan zaman”.

Padahal kalau dipikir objektif, gadget lama masih lancar dipakai buat kuliah, browsing jurnal, ngerjain tugas, bahkan hiburan juga masih oke.

Tapi karena gengsi atau FOMO, banyak mahasiswa yang rela nabung mati-matian atau bahkan cicil panjang demi gadget baru. Masalahnya, cicilan itu bikin keuangan ketahan lama.

Uang yang seharusnya bisa dipakai buat kebutuhan penting malah habis untuk sesuatu yang sebenarnya bukan prioritas. Kalau gadget lama masih oke, dipakai dulu aja. Upgrade itu wajar, tapi pastikan karena kebutuhan, bukan cuma lapar gengsi.

3. Healing Tiap Stres, Tapi Nggak Ada Batasannya

Kata healing sekarang udah jadi pembelaan paling sakti. Tugas banyak, healing. Dosen bawel, healing. Skripsi ditolak, healing. Patah hati, healing lagi.

Memang kesehatan mental itu penting banget dan nggak ada yang salah dengan refreshing, tapi kalau setiap masalah kecil dijawab dengan jalan-jalan, staycation, nongkrong jauh, atau liburan mendadak, ya wajar kalau dompet ikut nangis.

Healing itu idealnya seperlunya, bukan sesering mungkin. Kadang hal sederhana seperti tidur cukup, rebahan sambil nonton, olahraga ringan, atau ngobrol sama teman aja udah cukup bikin kepala lebih ringan tanpa harus keluar biaya besar.

Intinya, tetap jaga kewarasan, tapi keuangan juga jangan diabaikan.

Baca juga: 4 Hal yang Bikin SKD Tembus Passing Grade dan Tips Dapetinnya

4. Nonton Konser Padahal UKT Belum Lunas

Ini fakta yang cukup lucu tapi nyata. Banyak mahasiswa yang dengan bangga upload tiket konser jutaan, outfit kece, story sepanjang malam, tapi kalau ditanya soal UKT masih pusing nyari cara bayarnya.

Sekali lagi, hiburan itu penting, tapi jangan sampai prioritas kebalik. Konser itu momen yang seru dan bisa jadi pengalaman hidup, tapi tetap harus realistis sama kondisi keuangan.

Jangan sampai semua uang kepakai buat senang sebentar tapi setelahnya stres memikirkan kewajiban yang jauh lebih penting. Kalau lagi banyak kebutuhan, mungkin menahan diri dulu bukan pilihan yang salah.

5. Checkout Shopee Tengah Malam Gara-gara Diskon dan Flash Sale

Platform belanja online itu memang jago banget bikin manusia tergoda. Notifikasi diskon, voucher gratis ongkir, flash sale tengah malam, semuanya terasa menggiurkan.

Apalagi kalau melihat barang lucu, aesthetic, dan kelihatan murah karena potongan harga. Masalahnya, banyak yang sebenarnya nggak butuh barang itu, tapi tetap beli cuma karena takut “kelewatan promo”.

Akhirnya barang numpuk di rumah, jarang dipakai, tapi uang sudah keluar banyak. Mulai sekarang, biasakan tanya ke diri sendiri sebelum checkout, “Ini butuh atau cuma pengin?”. Kalau cuma pengin, tahan dulu. Dompetmu bakal berterima kasih nanti.

6. Jajan Melulu Tanpa Pernah Coba Atur Pola Makan

Anak kos pasti paling relate sama yang satu ini. Makan di luar memang praktis dan rasanya enak. Apalagi jajanan kekinian selalu menarik dicoba. Masalahnya, kalau tiap hari jajan terus tanpa pernah hitung pengeluaran, uang bulanan bisa habis cuma buat makanan.

Coba sesekali masak sendiri, selain lebih hemat, kamu juga bisa belajar hidup mandiri. Atau minimal pilih tempat makan yang lebih ramah kantong tapi tetap sehat. Jangan sampai lifestyle makanmu bikin dompet dan kesehatan sama-sama tumbang.

7. Naik Ojol Terus, Padahal Kaki Masih Bisa Jalan

Transportasi online memang penyelamat hidup, terutama kalau buru-buru atau jarak jauh. Tapi masalahnya, banyak yang sudah terlalu nyaman sampai jarak dekat pun tetap pesan ojol.

Padahal kampus cuma sepelemparan sandal, tapi tetap mager buat jalan.

Kalau dihitung, biaya transport kecil tapi rutin itu lama-lama jadi besar. Selain boros, kamu juga kehilangan kesempatan olahraga gratis. Jadi kalau jaraknya masih masuk akal untuk jalan kaki, ya jalan saja. Tubuh sehat, keuangan juga lebih aman.

Baca juga: Suku Manakah yang Paling Banyak Lulusan Sarjananya?

Jadi, Intinya Bukan Nggak Boleh Nikmatin Hidup

Semua kebiasaan di atas sebenarnya nggak ada yang benar-benar salah. Ngafe boleh, healing wajar, beli sesuatu buat diri sendiri itu manusiawi. Tapi yang sering bikin boncos adalah ketika semuanya dilakukan tanpa kontrol dan tanpa prioritas yang jelas.

Mahasiswa itu fase transisi menuju dewasa. Di sini kita belajar bukan cuma akademik, tapi juga tentang cara hidup, cara bertanggung jawab, termasuk cara mengatur keuangan.

Mulai biasakan catat pengeluaran, belajar bedain keinginan dan kebutuhan, dan mulai sadar bahwa uang itu bukan sekadar buat dihabiskan, tapi harus dikelola.

Karena pada akhirnya, hidup itu bukan cuma tentang kelihatan keren di story, tapi tentang gimana kamu bisa tetap waras, bahagia, dan finansial tetap aman. Pelan-pelan aja, nggak perlu langsung sempurna, yang penting mulai.

Sedikit Pesan Penting

Ngatur hidup sebagai mahasiswa itu memang nggak gampang. Tugas numpuk, pikiran penuh, tuntutan banyak, dan masa depan masih penuh tanda tanya.

Tapi justru di fase ini kita belajar jadi lebih bijak, termasuk soal kebiasaan sehari-hari yang kelihatannya kecil tapi efeknya besar.

Buat kamu yang lagi persiapan masa depan, apalagi yang lagi fokus ke UTBK dan pengin serius ngejar kampus impian, jangan cuma fokus ke gaya hidup, tapi juga fokus ke masa depan akademikmu.

Nah, kalau kamu butuh bimbingan belajar yang serius tapi tetap santai, personal, dan efektif, Ultimate Privat siap banget jadi partner belajarmu.

Ultimate Privat menyediakan les privat UTBK dengan tutor berkualitas, sistem pembelajaran fleksibel, dan pendampingan yang bikin kamu nggak ngerasa sendirian selama perjuangan.

Kalau kamu tertarik daftar atau mau tanya-tanya dulu, langsung aja hubungi 0899-8702-889 (klik disini). Jangan cuma mikirin gaya hidup kekinian, tapi mulai invest juga buat masa depanmu. Kamu pasti bisa, tinggal pilih langkah yang tepat.

Scroll to Top