6 Konsep Matematika yang Diam-Diam Jadi Fondasi Dunia Coding

fondasi dunia coding

Banyak orang masih mikir kalau dunia coding itu cuma soal ngafalin syntax, ngoding sampai tengah malam, lalu berharap error-nya ilang sendiri. Padahal, kalau ditarik lebih dalam, coding itu bukan cuma soal bahasa pemrograman, tapi juga soal cara berpikir.

Dan di sinilah matematika ambil peran besar. Tenang, ini bukan artikel yang bakal bikin kamu nostalgia trauma sama soal integral atau turunan panjang lebar.

Justru sebaliknya. Kita bakal bahas konsep-konsep matematika yang ternyata sering banget dipakai di dunia coding, bahkan tanpa kita sadari.

Buat kamu yang lagi belajar programming, IT, data, atau sekadar penasaran kenapa matematika kayak “nempel” terus sama coding, artikel ini wajib kamu baca sampai habis.

Yuk, kita bongkar satu per satu.

Baca juga: Kenalan Sama Jabatan-Jabatan Yang Ada di Dunia Kampus

1. Boolean Algebra: Dasar Logika di Balik Setiap Keputusan Program

Kalau kamu pernah lihat kondisi if-else, true-false, atau operator AND, OR, dan NOT, selamat, kamu sudah bersentuhan langsung dengan Boolean Algebra.

Boolean Algebra adalah cabang matematika yang fokus pada nilai logika: benar atau salah. Kedengarannya simpel, tapi justru konsep inilah yang jadi tulang punggung logika dalam pemrograman.

Setiap keputusan yang diambil program, entah itu menampilkan data, menjalankan perintah, atau menghentikan proses, semuanya berdasarkan logika Boolean.

Contohnya, saat aplikasi ngecek apakah username dan password cocok. Kalau dua-duanya benar, pengguna bisa masuk. Kalau salah satu saja salah, akses ditolak. Itu semua kerjaan Boolean Algebra.

Di dunia nyata coding, Boolean Algebra bikin program jadi lebih efisien, minim error, dan logikanya jelas. Tanpa konsep ini, program bakal sulit ngambil keputusan dan hasilnya bisa kacau.

2. Sistem Numerasi: Cara Komputer Memahami Angka

Manusia terbiasa pakai sistem desimal, angka 0 sampai 9. Tapi komputer beda cerita. Mereka pakainya sistem biner, cuma kenal 0 dan 1. Nah, di sinilah konsep sistem numerasi berperan.

Dalam coding, sistem numerasi bukan sekadar teori, tapi praktik nyata. Biner dipakai buat representasi data, hexadecimal sering dipakai di warna website atau debugging, dan desimal tetap jadi jembatan antara manusia dan mesin.

Misalnya, warna #FFFFFF di CSS. Itu bukan kode random, tapi representasi hexadecimal. Atau saat kamu belajar low-level programming, kamu akan sering ketemu konversi angka antar sistem.

Paham sistem numerasi bikin kamu lebih ngerti cara kerja komputer dari level paling dasar. Coding jadi nggak cuma “asal jalan”, tapi kamu ngerti apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

3. Floating Point: Mengapa Angka Desimal Bisa Bikin Error?

Pernah nemu hasil perhitungan di program yang harusnya 0.3 tapi malah jadi 0.3000000004? Tenang, itu bukan salah kamu. Itu ulah floating point. Floating point adalah cara komputer menyimpan angka desimal.

Masalahnya, tidak semua angka desimal bisa direpresentasikan secara presisi dalam sistem biner. Akibatnya, muncul pembulatan kecil yang kadang bikin hasil perhitungan terasa “aneh”.

Di dunia coding, pemahaman floating point itu penting banget, terutama buat yang main di bidang keuangan, sains, data, atau game development. Salah nangani floating point bisa bikin bug yang susah dilacak.

Dengan ngerti konsep ini, kamu jadi lebih hati-hati saat ngolah angka desimal dan tahu kapan harus pakai pembulatan atau tipe data tertentu.

Baca juga: 4 Istilah dalam Dunia Bedah yang Wajib Dipahami Calon Dokter

4. Logaritma: Senjata Rahasia Algoritma Efisien

Logaritma sering jadi momok di sekolah. Padahal di dunia coding, konsep ini justru jadi penyelamat performa.

Logaritma sering muncul saat kita bahas kompleksitas algoritma, terutama dalam notasi Big O. Misalnya, algoritma dengan kompleksitas logaritmik jauh lebih cepat dibanding yang linear saat data makin besar.

Contoh paling nyata ada di pencarian data. Binary search bekerja dengan konsep logaritma, membagi data jadi dua bagian setiap langkah. Hasilnya? Pencarian jadi super cepat.

Buat programmer, paham logaritma berarti bisa nulis kode yang bukan cuma jalan, tapi juga efisien dan scalable. Apalagi kalau kamu bercita-cita bikin aplikasi besar dengan jutaan data.

5. Set Theory dan Kombinasi: Mengatur dan Mengelompokkan Data

Set theory atau teori himpunan adalah konsep matematika yang membahas kumpulan objek. Di coding, konsep ini sering muncul dalam pengelolaan data, filtering, dan struktur data seperti set, list, atau array.

Misalnya, saat kamu ingin mencari data yang sama di dua database, atau menghapus data duplikat, konsep himpunan langsung kepakai. Operasi seperti union, intersection, dan difference itu bukan cuma teori, tapi praktik harian di coding.

Sementara kombinasi sering dipakai dalam perhitungan kemungkinan, brute force, atau optimasi solusi. Di bidang seperti AI, machine learning, dan data science, konsep ini makin terasa penting.

Dengan memahami set theory dan kombinasi, kamu bisa mengelola data dengan lebih rapi, logis, dan efisien.

6. Linear Algebra: Fondasi Grafis, AI, dan Data Science

Kalau kamu tertarik sama dunia AI, machine learning, computer vision, atau game development, linear algebra itu wajib hukumnya.

Konsep seperti vektor, matriks, dan transformasi linear sering banget dipakai buat ngolah data, gambar, dan model matematika. Contohnya, saat AI mengenali wajah, sebenarnya dia lagi ngitung matriks dan vektor dalam jumlah besar.

Di dunia coding modern, linear algebra jadi pondasi banyak teknologi canggih. Bahkan library populer seperti TensorFlow dan PyTorch dibangun di atas konsep ini.

Walaupun kelihatannya berat, memahami dasar linear algebra bikin kamu punya keunggulan besar dibanding programmer yang cuma fokus di syntax.

Baca juga: To Do List Wajib untuk Lolos Sekdin 2026 Agar Belajarmu Terarah

Matematika dan Coding Itu Tim Solid, Bukan Musuh

Dari Boolean Algebra sampai Linear Algebra, semuanya nunjukin satu hal: matematika dan coding itu nggak bisa dipisahkan. Tapi bukan berarti kamu harus jago matematika tingkat dewa dulu baru bisa ngoding.

Yang penting adalah memahami konsep dasarnya dan tahu kapan serta bagaimana menerapkannya. Dengan mindset yang tepat, matematika justru bikin kamu jadi programmer yang lebih logis, rapi, dan problem-solver sejati.

Kalau selama ini kamu merasa coding itu ribet atau matematika itu nyebelin, mungkin bukan karena kamu nggak mampu, tapi karena belum dapet cara belajar yang pas.

Belajar Coding dan Matematika Jadi Lebih Mudah Bareng Ultimate Privat

Buat kamu yang pengin jago coding, paham matematika dasar yang relevan, dan belajar dengan cara yang lebih santai tapi tetap terarah, Ultimate Privat siap jadi partner belajar kamu.

Ultimate Privat menyediakan les privat dengan pengajar berpengalaman, metode belajar yang fleksibel, dan penjelasan yang disesuaikan sama kebutuhan kamu.

Nggak cuma fokus ke teori, tapi juga praktik dan pemahaman konsep yang bikin kamu benar-benar paham, bukan sekadar hafal.

Kalau kamu tertarik daftar atau masih punya pertanyaan seputar program les privat yang tersedia, langsung aja hubungi 0899-8702-889 (klik disini). Saatnya upgrade skill tanpa drama, belajar lebih fokus, dan berkembang sesuai target kamu 🚀

Scroll to Top