5 Gangguan pada Sistem Peredaran Darah yang Wajib Kamu Tahu

gangguan sistem peredaran darah

Kalau ngomongin soal kesehatan tubuh, banyak orang biasanya fokus ke hal yang kelihatan aja, seperti bentuk badan, berat badan, atau penampilan fisik.

Padahal, ada satu sistem penting di dalam tubuh yang kerja keras nonstop setiap detik dan sering banget dilupain, yaitu sistem peredaran darah. Sistem ini yang memastikan oksigen, nutrisi, hormon, sampai zat penting lainnya bisa keliling ke seluruh tubuh.

Jadi begitu ada masalah sedikit aja, efeknya bisa serius banget. Di dunia medis, gangguan sistem peredaran darah dikenal sebagai kondisi yang bisa mempengaruhi pembuluh darah, jantung, sampai aliran darah itu sendiri.

Dampaknya bisa ringan, tapi juga bisa mengancam nyawa kalau diabaikan. Biar nggak cuma tahu namanya doang, yuk bahas dengan santai tapi tetap informatif tentang lima gangguan pada sistem peredaran darah yang paling sering terjadi dan penting banget buat kamu pahami.

Baca juga: Mau Daftar Pola Pembibitan Kemenhub? Ini Syarat Lengkapnya!

1. Stroke: Ketika Aliran Darah ke Otak Tiba-tiba Terhenti

Stroke adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti. Penyakit ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, entah karena pembuluh darah tersumbat atau pecah.

Otak itu ibarat “pusat komando”, jadi kalau suplai darah berhenti, sel-sel otak bisa rusak dalam waktu cepat banget.

Biasanya stroke muncul secara tiba-tiba. Gejalanya bisa berupa tubuh mendadak lemas sebelah, sulit bicara, wajah mencong, pusing parah, sampai kehilangan keseimbangan.

Yang bikin ngeri, stroke bisa bikin penderitanya lumpuh permanen bahkan mengancam nyawa kalau nggak ditangani segera.

Faktor risikonya cukup banyak, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, stres berat, dan pola hidup yang kurang sehat.

Makanya, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah itu penting banget. Olahraga, tidur cukup, makan sehat, dan rutin cek kesehatan bisa jadi langkah simpel tapi impact-nya besar.

2. Tekanan Darah Tinggi: Si “Silent Killer” yang Sering Diremehkan

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Kenapa? Karena banyak orang nggak sadar kalau dirinya punya hipertensi sampai akhirnya muncul komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung.

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah di pembuluh darah terlalu tinggi dari batas normal. Kalau dibiarkan lama, pembuluh darah bisa menebal, mengeras, bahkan rusak.

Kadang gejalanya nggak terlalu kelihatan, tapi beberapa orang bisa merasa sakit kepala, pusing, gampang lelah, dan detak jantung terasa tidak normal.

Penyebabnya bisa dari gaya hidup, seperti konsumsi garam berlebih, kurang olahraga, obesitas, stres berkepanjangan, sampai faktor keturunan. Cara mencegahnya? Simple, tapi harus konsisten.

Jaga pola makan, kurangi junk food, rutin olahraga, banyak minum air putih, dan jangan lupa cek tekanan darah secara berkala. Jangan tunggu sakit dulu baru panik.

3. Serangan Jantung: Ketika Jantung Tiba-tiba “Protes”

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhenti karena penyumbatan. Biasanya disebabkan oleh penumpukan lemak, kolesterol, atau plak pada dinding pembuluh darah jantung.

Bayangin aja, organ yang kerja tanpa henti dari kamu lahir sampai sekarang tiba-tiba kekurangan darah, tentu jadi krisis besar buat tubuh.

Baca juga: 10 PTN Paling Ramah KIPK! Kamu Bisa Kuliah Tanpa Beban Biaya

Gejala yang sering muncul antara lain nyeri dada hebat seperti ditekan beban berat, nyeri menjalar ke lengan kiri, rahang, punggung, sesak napas, berkeringat dingin, sampai mual.

Kondisi ini termasuk gawat darurat, jadi kalau ada tanda seperti itu, harus langsung ke rumah sakit, jangan ditunda. Pencegahan serangan jantung sebenarnya berhubungan banget sama gaya hidup.

Kurangi makanan berlemak tinggi, rajin aktivitas fisik, kelola stres dengan baik, hindari rokok, dan kontrol gula serta kolesterol. Ingat, jantung cuma satu, jadi jangan dipaksa kerja keras tanpa peduli kesehatannya.

4. Trombosis Vena Dalam: Pembekuan Darah yang Nggak Kelihatan tapi Berbahaya

Trombosis vena dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah kondisi ketika darah membeku di pembuluh darah bagian dalam, biasanya di area tungkai atau betis.

Masalahnya, gumpalan darah ini bisa saja lepas dan masuk ke paru-paru, menyebabkan emboli paru yang sangat berbahaya. Gejalanya sering berupa nyeri pada kaki, bengkak, hangat saat disentuh, kemerahan, dan rasa tidak nyaman saat digerakkan.

Kondisi ini sering terjadi pada orang yang terlalu lama duduk atau tidak bergerak, misalnya perjalanan jauh, pasca operasi, obesitas, kehamilan, atau penggunaan obat tertentu.

Cara mencegahnya bisa dengan tetap aktif bergerak, stretching saat duduk lama, minum cukup air, dan menjaga berat badan. Kedengarannya sepele, tapi ini bisa jadi penyelamat kesehatan pembuluh darah kamu.

5. Aterosklerosis: Ketika Pembuluh Darah Menyempit karena Plak

Aterosklerosis adalah kondisi penyempitan dan pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan lemak, kolesterol, kalsium, dan zat lain yang membentuk plak. Kalau dibiarkan, aliran darah jadi nggak lancar dan organ tubuh bisa kekurangan oksigen.

Kondisi ini bisa berkembang lama banget tanpa gejala sampai akhirnya menyebabkan penyakit serius seperti stroke, serangan jantung, atau gangguan peredaran darah ke organ lain.

Faktor risikonya biasanya adalah kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi, kurang olahraga, dan pola makan yang kurang sehat.

Pencegahannya ya balik lagi ke pola hidup sehat. Makan makanan bergizi, batasi gorengan dan makanan tinggi lemak jenuh, rajin olahraga, serta rutin cek kesehatan. Pembuluh darah yang sehat bikin tubuh lebih kuat dan aktivitas tetap lancar.

Baca juga: 3 Cara Biar Otak Gak “Ngelag” Waktu Ngerjain Soal Matematika

Kenapa Kita Harus Peduli dengan Kesehatan Sistem Peredaran Darah?

Kadang orang baru peduli kesehatan setelah sakit. Padahal, sistem peredaran darah adalah fondasi kehidupan tubuh. Dari otak, jantung, paru-paru, sampai organ paling kecil pun butuh aliran darah yang lancar.

Begitu terganggu, efek domino bakal terjadi ke berbagai bagian tubuh. Dengan memahami berbagai gangguan peredaran darah di atas, harapannya kamu jadi lebih aware dan nggak asal cuek sama gejala kecil.

Biar makin aman, biasakan gaya hidup sehat, olahraga rutin, kurangi stres, makan makanan bergizi, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kesehatan itu investasi jangka panjang, bukan sesuatu yang cuma dipikirkan saat sakit aja.

Gangguan sistem peredaran darah bukan hal yang jauh dan cuma terjadi pada orang tua. Anak muda pun bisa kena kalau gaya hidupnya nggak dijaga.

Jadi, mulai sayang sama tubuh sendiri ya. Karena tubuh yang sehat bakal bikin hidup lebih produktif, bahagia, dan tenang.

Butuh Pendalaman Materi Kedokteran? Ultimate Privat Siap Bantu Kamu!

Kalau kamu lagi belajar materi kedokteran dan butuh bimbingan intensif, pembahasan yang jelas, serta tutor yang paham cara ngajarin dengan nyaman dan mudah dipahami, Ultimate Privat siap jadi partner belajarmu.

Di sini tersedia les privat kedokteran dengan pengajar berpengalaman, materi terstruktur, pembelajaran fleksibel, dan bimbingan yang benar-benar fokus ke kebutuhan kamu.

Cocok banget buat kamu yang ingin paham lebih dalam, persiapan kuliah, ujian, atau sekadar penguatan konsep. Kalau tertarik daftar atau mau tanya-tanya dulu, langsung aja hubungi nomor berikut: 0899-8702-889 (klik disini).

Jangan ragu, belajar jadi lebih mudah kalau ditemani mentor yang tepat 😊

Scroll to Top